Pemerintah Buka Blokir Anggaran demi Realisasi Program Perlindungan Sosial

Meski dana tersebut dibuka kembali, Sri Mulyani menegaskan bahwa dananya akan direalokasi secara selektif demi memastikan optimalisasi pada agenda strategis nasional.

Dana dialokasikan ulang untuk mendukung agenda-agenda strategis pemerintah seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, ketahanan pangan dan energi, serta program perlindungan sosial.

“Kami meminta seluruh kementerian/lembaga agar melakukan langkah-langkah penghematan dan penyesuaian belanja secara disiplin,” tegasnya.

Total efisiensi anggaran yang berhasil dicapai melalui pelaksanaan Inpres 1/2025 mencapai Rp306,7 triliun. Angka tersebut terdiri dari penghematan belanja K/L sebesar Rp256,1 triliun dari 99 kementerian/lembaga, serta efisiensi TKD sebesar Rp50,6 triliun.

Kebijakan pembukaan blokir anggaran ini disambut baik oleh para ekonom. Wakil Ketua II Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta, Rudy Badrudin, menilai langkah tersebut sebagai hal positif yang dapat mendorong percepatan realisasi belanja negara dan meningkatkan perputaran uang, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version