Dadan juga menekankan bahwa dapur sekolah menjadi solusi paling efektif untuk menjaga kualitas makanan di daerah yang hanya memiliki satu sekolah.
Hal ini penting karena pengiriman makanan dari jarak jauh berpotensi menurunkan kualitas dan nilai gizi makanan tersebut. Dengan dapur yang terletak langsung di sekolah, anak-anak dapat menerima makanan bergizi yang segar dan layak konsumsi, sehingga program MBG dapat berjalan optimal.
Program MBG sangat menekankan pada pemanfaatan bahan pangan lokal seperti beras kampung, telur, ayam, dan susu.
Kolaborasi dengan petani dan peternak lokal menjadi pilar utama agar pasokan bahan baku tetap berkelanjutan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat setempat.
Pendekatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi komunitas lokal.
Distribusi makanan bergizi tidak hanya ditujukan untuk anak-anak sekolah, tetapi juga untuk ibu hamil dan balita melalui posyandu serta pendampingan kader posyandu yang diberikan insentif.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
