Ia menambahkan, setiap koperasi akan mendapat akses pembiayaan hingga Rp3 miliar dan difasilitasi gudang serta logistik agar kegiatan usaha berjalan lancar.
Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto menekankan bahwa keberadaan Kopdes Merah Putih justru akan menjadi pintu masuk kesuksesan pembangunan desa.
“Intinya, kehadiran koperasi ini tidak boleh menjadi beban tambahan bagi desa. Sebaliknya, koperasi harus menjadi mitra strategis dan memastikan usaha yang dijalankan tidak akan merugi, karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat seperti sembako, pupuk, hingga LPG,” tegas Yandri.
Ia juga menjelaskan bahwa desa akan mendapatkan imbal jasa sekitar 20 persen dari keuntungan koperasi, yang akan menambah kekuatan APBDes untuk program-program rakyat.
Dari daerah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan progres signifikan yang telah dicapai.
“Di Jawa Timur, 99 persen Kopdes Merah Putih sudah berbadan hukum, dan sebanyak 68 koperasi telah mulai beroperasi. Kami ingin memastikan koperasi ini bukan menjadi pesaing UMKM desa, tetapi mitra yang memperluas distribusi produk lokal sekaligus memperkuat pasar rakyat,” jelas Khofifah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.










