TIMORMEDIA.COM – Pemerintah menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas nasional tidak boleh terhenti hanya karena adanya kendala teknis dalam pelaksanaannya.
Kepastian ini disampaikan setelah adanya kasus dugaan keracunan makanan di salah satu lokasi distribusi, yang langsung ditangani dengan sigap oleh Badan Gizi Nasional (BGN) bersama kementerian dan lembaga terkait.
Saat melakukan peninjauan langsung ke Posko Penanganan kasus dugaan keracunan, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa hasil keterangan awal menunjukkan adanya kesalahan teknis dari Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) yang memasak terlalu awal. Hal ini membuat makanan tersimpan terlalu lama sebelum didistribusikan.
“Keterangan awal kan menunjukkan bahwa SPPG itu memasak terlalu awal sehingga masakan terlalu lama. Kita minta agar mereka mulai masak di atas jam 01.30 agar waktu antara proses memasak dengan pengirimannya tidak lebih dari 4 jam,” ujarnya.
Dadan menambahkan, evaluasi tidak hanya dilakukan di lokasi kejadian, tetapi juga pada SPPG baru lainnya di seluruh wilayah agar kejadian serupa tidak terulang. Ia juga menyoroti pentingnya aspek psikologis anak-anak penerima manfaat yang mungkin terdampak.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












