Sementara itu, Kardinal Jean-Paul Vesco dari Aljazair menyatakan harapannya agar paus selanjutnya dapat melanjutkan semangat progresif yang telah ditunjukkan oleh pendahulunya.
“Kita harus menemukan orang yang telah dipilih Tuhan. Saya yakin pada saat yang tepat, kita akan siap memberikan paus yang diinginkan Tuhan kepada Gereja,” ungkapnya.
Menjelang Konklaf, suasana di Vatikan tampak penuh kehati-hatian. Para kardinal berjalan melewati kerumunan peziarah dan jurnalis tanpa banyak memberikan komentar terkait kandidat maupun durasi pemilihan.
Pemilihan Paus baru selalu menjadi perhatian besar, tidak hanya bagi 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, tetapi juga masyarakat internasional.
Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sempat membuat heboh dengan mengunggah gambar palsu dirinya mengenakan pakaian paus di media sosial Truth Social, disertai candaan bahwa ia “menyukai pekerjaan itu.”
Proses konklaf di Kapel Sistina akan terus berlangsung hingga terpilih satu nama yang diyakini sebagai pemimpin tertinggi baru Gereja Katolik menggantikan posisi Santo Petrus.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












