Tak hanya itu, pendekatan teologi dan filsafat turut memperkaya diskusi melalui pemaparan Rm. Dr. Florens Maxi Un Bria, Pr, sementara Dr. Yohanes Bernando Seran, SH., M.Hum mengangkat perspektif penulis asing tentang masyarakat adat Wewiku Wehali.
Seminar ini secara resmi dibuka oleh Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), yang menegaskan pentingnya penataan lembaga adat sebagai fondasi pembangunan sosial dan budaya di Kabupaten Malaka.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua DPRD Malaka, Kapolres Malaka, Staf Ahli Bupati, tim pendamping pembangunan, pimpinan OPD, para camat se-Kabupaten Malaka, tokoh agama, serta unsur adat seperti Maromak Oan, Liurai Malaka, para Loro, Nain, Fukun, dan Makoan Liurai.
Hingga berita ini diturunkan, Seminar Penataan Lembaga Adat masih berlangsung dengan diskusi yang dinamis dan partisipatif dari para peserta.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












