Perbaikan Ekonomi Jadi Prioritas Pemerintah Respon Aspirasi Masyarakat

Ia menegaskan, sinergi kebijakan fiskal dan moneter akan terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan. Bank Indonesia sebelumnya telah menurunkan suku bunga acuan 25 basis poin guna memperlonggar likuiditas perbankan dan mendorong pembiayaan produktif.

“Sekarang semuanya sudah kita set agar ekonomi bergerak lebih cepat. Konsumsi dan investasi akan naik karena bunga turun, dan multiplier effect untuk pertumbuhan akan semakin signifikan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menuturkan bahwa realisasi belanja negara hingga 31 Agustus 2025 mencapai Rp1.960,3 triliun atau 54,1 persen dari total APBN.

Belanja ini terdiri dari Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp1.388,8 triliun serta Transfer ke Daerah (TKD) Rp571,5 triliun. Capaian TKD tercatat lebih tinggi dibanding periode sama tahun sebelumnya karena adanya perbaikan mekanisme penyampaian dan pemenuhan syarat salur oleh pemerintah daerah.

Meski demikian, belanja daerah mengalami kontraksi sebesar 14,1 persen. Hal ini dipengaruhi oleh pergantian kepemimpinan di sejumlah daerah dan penerapan kebijakan efisiensi. Namun, menurut Suahasil, APBN tetap menjalankan fungsi pentingnya sebagai instrumen pembangunan nasional.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version