“PHE memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan energi nasional. Kami berfokus pada optimalisasi produksi migas, peningkatan cadangan, serta penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan, sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujarnya.
Sejalan dengan transisi energi, percepatan migas diposisikan sebagai jembatan _(bridge fuel)_ untuk menjamin keamanan pasokan sambil memperluas investasi pada gas sebagai energi lebih bersih. Gas domestik diprioritaskan untuk pembangkit listrik, industri pupuk, petrokimia, dan transportasi, sehingga menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menjelaskan untuk memastikan akuntabilitas, dibentuk dashboard kinerja terpadu yang memantau target pengeboran, success ratio eksplorasi, realisasi CAPEX, hingga tenggat _on-stream_ proyek. Data ini menjadi dasar pengambilan keputusan cepat apabila terjadi deviasi lapangan.
“Untuk memastikan akuntabilitas, kami membentuk dashboard kinerja terpadu yang memantau target pengeboran, success ratio eksplorasi, realisasi CAPEX, hingga tenggat _on-stream_ proyek. Data ini menjadi dasar pengambilan keputusan cepat apabila terjadi deviasi di lapangan,” ucap Simon.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












