TIMORMEDIA.COM – Memperingati Hari Tani Nasional 2025, Gerakan Rakyat Menuntut Reforma Agraria (Gemara) NTT menggelar aksi di depan Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dan melakukan long march ke Kantor DPRD Provinsi NTT.
Aksi tersebut menuntut pemerintah segera menjalankan reforma agraria sejati demi keadilan bagi petani, nelayan, masyarakat adat, dan rakyat kecil.
Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September untuk mengenang lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960.
Namun, menurut Gemara, cita-cita “tanah untuk rakyat” masih jauh dari kenyataan meski sudah 65 tahun berlalu.
Gemara menyoroti maraknya konflik agraria di Indonesia. Berdasarkan catatan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), dalam sepuluh tahun terakhir terjadi 3.234 konflik agraria dengan melibatkan 1,8 juta keluarga.
Bahkan, dalam tiga bulan pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tercatat sudah muncul 63 konflik baru.
Gemara menilai hal ini sebagai bukti pembangunan masih bertumpu pada perampasan tanah atas nama investasi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












