Sejak 2014, YKS aktif melakukan advokasi migrasi aman melalui edukasi, pemberdayaan ekonomi perempuan, penguatan kapasitas desa, serta sosialisasi isu sensitif seperti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan radikalisme.
Belajar Sambil Bermain, Metode Edukasi Disesuaikan Usia Peserta
Sesi sosialisasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan. Emiliana Lein dan Emiliana Wae selaku fasilitator mengawali dengan permainan perkenalan berantai. Peserta juga diajak menuliskan harapan dan kekhawatiran mereka terhadap materi yang disampaikan, menggunakan kertas warna sebagai media ekspresi.
“Ini membuat kami lebih fokus dan saling mengenal,” ujar salah satu peserta dari Desa Lamawolo.
Diskusi Kritis dari Video Edukasi: Radikalisme, Gender, dan Scamming
Untuk memperdalam pemahaman peserta, ditayangkan sejumlah video edukatif seperti The Dragon of Extremism, Kisah Dian, dan Gender Equality. Peserta kemudian diminta memberikan pendapat dan berbagi pengalaman.
Mama Kris dari Desa Lamawolo menekankan pentingnya pendidikan toleransi sejak dalam keluarga. Nency Lazar dari Lamatuka menambahkan, pemahaman ajaran agama yang benar adalah benteng dari ideologi kekerasan. Sedangkan Mistinem dari Dulitukan mengingatkan bahwa agama sering disalahgunakan sebagai dalih ekstremisme.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
