Pembicaraan FTA antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia yang tengah berlangsung akan memperkuat pijakan investasi ini.
Arah ke depan idealnya terbagi dalam beberapa fase: dimulai dengan studi kelayakan dan perencanaan nuklir modular 500 MW pada 2025–2027; melanjutkan dengan pembangunan pilot PLTN dan proyek kilang Tuban hingga 2030; dan diintegrasikan ke jaringan energi nasional menuju 2032 dan seterusnya. Pada saat bersamaan, program pelatihan dan kemajuan teknis harus berjalan paralel.
Dengan landasan politik kuat, dukungan legislatif, peluang finansial, dan teknologi yang ditawarkan Rusia, kerja sama nuklir dan migas antara Indonesia dan Rusia kini berada pada titik awal yang menjanjikan.
Jika dikelola dengan hati-hati dan transparan, kolaborasi ini dapat menjadi tonggak baharu dalam diversifikasi energi, penguatan ekonomi, dan peningkatan kapabilitas nasional mengantarkan Indonesia ke era energi bersih dan mandiri di tengah kompleksitas geopolitik global.***
)* Pengamat Isu Strategis
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
