Secara nasional, program ini menargetkan 35,49 juta keluarga penerima manfaat, atau sekitar 140 juta jiwa, dengan asumsi satu keluarga terdiri dari empat orang.
Salah satu penerima bantuan, Ainin (65), warga Cikini, Jakarta Pusat, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Bahagia banget. Ngebantu banget. Pokoknya benar-benar top,” ungkap Ainin saat ditemui di rumahnya.
Ainin sebelumnya berjualan Soto Betawi untuk menafkahi keluarga. Namun, akibat pembekuan darah di kaki, ia kini tidak bisa berjalan dan berhenti berdagang.
Kehidupan sehari-harinya bergantung pada anak laki-lakinya yang bekerja sebagai juru parkir.
Bantuan yang diterimanya akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya pengobatan.
“Kalau ada bantuan, ya buat ongkos berobat. Supaya kaki saya bisa sembuh dan nggak jadi beban anak,” katanya.
Pemerintah menegaskan, program BLT Kesejahteraan Rakyat ini merupakan bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi nasional dan memastikan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
