Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mengatakan bahwa Presiden Prabowo telah memberi instruksi agar seluruh dapur MBG mencontoh operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah naungan Polri.
Dalam hal ini, SPPG Polri telah menerapkan penggunaan alat rapid test sebelum makanan didistribusikan untuk mencegah kasus keracunan.
“Mereka melakukan rapid test sebelum makanan itu diedarkan,” ungkap Dadan.
Menurut Dadan, standar yang diterapkan oleh SPPG Polri ini dinilai bagus karena dilaporkan tidak ada kasus keracunan MBG. Oleh karena itu, model ini dapat menjadi contoh bagi SPPG di wilayah lain.
Badan Gizi Nasional (BGN) pun menyoroti banyaknya satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur dalam program MBG yang belum memiliki sanitasi air yang baik.
Mereka meyakini kondisi tersebut menjadi salah satu persoalan yang berpotensi memicu kasus keracunan makanan di sejumlah daerah dalam dua bulan terakhir.
Kebijakan penggunaan test kit ini dipandang sebagai bentuk penguatan tata kelola dan pengawasan program MBG, yang menjadi salah satu prioritas nasional dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
