“Hari ini kita saksikan, tadi laporannya menghasilkan 15 gigawatt. Kita butuh, kalau tidak salah para pakar laporan ke saya, untuk benar-benar mandiri kita perlu mungkin 100 gigawatt,” tutur Prabowo.
Presiden menilai target tersebut memerlukan perluasan dan percepatan dari proyek-proyek yang sedang berjalan. Karena itu, ia menekankan pentingnya penggandaan proyek serupa demi mewujudkan ketahanan energi nasional yang berkelanjutan.
“Bisa dikatakan ini terobosan luar biasa. Proyek ini mungkin harus dilipatgandakan,” ujarnya.
Senada, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan, kapasitas produksi baterai tahap awal ditargetkan mencapai 6,9 GWh pada akhir 2026 dan meningkat menjadi 15 GWh. Kapasitas ini diperkirakan cukup untuk mendukung produksi hingga 300 ribu mobil listrik serta mengurangi impor BBM secara signifikan.
“Ini bisa menghemat impor BBM sekitar 300 ribu kiloliter per tahun, kalau hanya 15 GWh. Target kita, di sini dengan pasar yang sudah naik untuk baterai PLTS, (kapasitasnya) bisa sampai 40 GWh,” pungkas Bahlil.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












