Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Program 3 Juta Rumah Wujudkan Komitmen Investasi Rp75 Triliun

Kendala struktural dalam sistem perizinan juga menjadi sorotan utama. Fahri menilai penyebaran wewenang perizinan di berbagai kementerian dan lembaga menghambat kelancaran investasi.

Oleh karena itu, ia mendorong implementasi mandat Satgas Reformasi Regulasi untuk menyentralisasi seluruh proses perizinan di sektor perumahan.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Perizinan terlalu menyebar. Harus ada sentralisasi, itu mandat dari Satgas,” tegas Fahri, seraya menekankan pentingnya tindak lanjut teknis dari kementerian terkait agar komitmen investasi tersebut tidak berakhir sebagai potensi yang stagnan.

Baca Juga :  Prabowo Tambah BLT, 140 Juta Warga Siap Terima Manfaat Langsung, Apa Alasannya?

Di sisi lain, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran negara menjadi hambatan utama dalam menyelesaikan target 3 juta unit rumah.

Dari total anggaran APBN yang tersedia, hanya sekitar Rp3,4 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan perumahan, cukup untuk membangun sekitar 269.779 unit rumah.

Baca Juga :  Bantuan Pemerintah Dapat Apresiasi, Sejumlah Kepala Suku Nyatakan Rasa Syukur atas Perhatian Negara

Oleh karena itu, strategi pembiayaan menjadi perhatian utama. Maruarar menyebut bahwa 2 juta unit rumah akan dibangun melalui dukungan penanaman modal dalam negeri (PMDN), sementara 1 juta unit sisanya ditargetkan melalui pendanaan penanaman modal asing (PMA) yang menjadi tanggung jawab Wakil Menteri Fahri Hamzah.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung