”Hitungannya Rp 25 triliun per bulan untuk menjangkau 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2025, karena kita sudah menerima anggaran Rp 71 triliun. Kalau tahun depan kita butuhnya Rp 28 triliun per bulan,” Jelasnya.
Namun, dari pagu indikatif belanja BGN dalam APBN 2026 sebesar Rp 217,86 triliun, dana tersebut akan digunakan untuk manajemen program (Rp 7,45 triliun) dan pemenuhan gizi (Rp 210,4 triliun).
Realisasi sementara penggunaan anggaran MBG baru mencapai Rp 3 triliun, menjangkau sekitar 4 juta penerima dari target 17,9 juta orang hingga akhir tahun, pemerintah menyiapkan cadangan tambahan Rp 100 triliun pada APBN tahun berjalan jika cakupan penerima terus meningkat.
Program MBG ini diharapkan mendukung ketahanan gizi bagi anak sekolah, ibu hamil/menyusui, dan balita serta membuka peluang ekonomi baru lewat pengembangan rantai pasok lokal.
Luhut meyakini bahwa, dengan pelaksanaan yang terarah dan dukungan regulasi, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 % dapat terwujud.
Di sisi lain, BGN juga mengingatkan bahwa manajemen anggaran yang akuntabel dan transparan adalah kunci agar dana yang besar tidak disalahgunakan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












