Selain berdampak positif terhadap peningkatan gizi masyarakat, program ini juga memberikan efek domino terhadap perekonomian lokal. Pemerintah mencatat telah berdiri 12.205 dapur produksi di berbagai daerah, masing-masing mempekerjakan sekitar 50 orang.
Setiap dapur juga bekerja sama dengan 15 pemasok bahan makanan lokal, yang mempekerjakan 5–10 pekerja di setiap unit. Kolaborasi ini memperkuat rantai pasok dari petani, nelayan, hingga pelaku UMKM desa.
“Saudara-saudara, ini prestasi yang tidak kecil. Kita dibicarakan di dunia internasional,” ujar Prabowo.
Keberhasilan Indonesia dalam melaksanakan program MBG mendapat sorotan dari lembaga internasional.
Rockefeller Institute, yang berafiliasi dengan State University of New York (SUNY), menilai program MBG Indonesia sebagai salah satu yang tercepat dan paling efektif di dunia.
“Indonesia adalah negara ke-78 atau ke-79 yang meluncurkan program makan bergizi. Kini sudah ada 112 negara yang meniru model kita,” ungkap Prabowo dengan bangga.
Dalam waktu satu tahun, Indonesia berhasil menjangkau puluhan juta penerima manfaat capaian yang bahkan melampaui Brasil, yang membutuhkan 11 tahun untuk hasil serupa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
