Pemerintah daerah di Jawa Barat, Sumatera, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara mulai mengintegrasikan data UMKM dengan sistem distribusi MBG untuk memastikan produk lokal terserap optimal.
Beberapa koperasi desa bahkan melaporkan kenaikan omzet hingga 30 persen sejak MBG berjalan secara bertahap.
Para pelaku usaha kecil di sektor pangan mengaku kini memiliki kepastian permintaan rutin, yang sebelumnya hanya bergantung pada pasar harian.
Dengan keterlibatan pemerintah dalam memastikan rantai distribusi berjalan lancar, UMKM mendapatkan ruang lebih luas untuk berkembang dan meningkatkan kualitas produk mereka agar sesuai standar yang ditetapkan program nasional.
Momentum ini menunjukkan bahwa MBG bukan hanya program sosial, tetapi menjadi instrumen strategis dalam merangsang ekonomi rakyat dari akar rumput.
Dengan pengawasan dan penyempurnaan berkelanjutan, program ini berpotensi menjadi fondasi baru untuk ekonomi inklusif yang berkeadilan.
Di tahun pertama pemerintahannya, komitmen Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran dalam memperkuat ekonomi mikro melalui pendekatan keberpihakan pada rakyat kecil mulai membuahkan hasil.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
