Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Program Sekolah Rakyat Putus Mata Rantai Kemiskinan

Dukungan penuh juga disampaikan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK). Ia menilai program ini bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi sebuah ekosistem yang dirancang untuk membentuk anak secara menyeluruh. “Sekolah Rakyat adalah cara sistematis mengentaskan kemiskinan di daerah. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan, pemetaan bakat, penyediaan asrama layak, seragam lengkap, makan bergizi tiga kali sehari, pembelajaran digital berbasis laptop, hingga pembinaan kedisiplinan,” tegasnya.

Baca Juga :  Tanpa Maarten Paes dan Marselino, Ini 23 Pemain Timnas Indonesia Lawan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Menurut SDK, kehadiran Sekolah Rakyat memastikan generasi muda memperoleh pendidikan, gizi, kesehatan, serta pembinaan karakter. “Dengan begitu, kita tidak hanya membantu hari ini, tetapi juga memutus mata rantai kemiskinan untuk generasi berikutnya,” katanya.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR, Muhammad Husni, menilai Sekolah Rakyat sebagai instrumen strategis dalam mencetak generasi emas Indonesia menuju 2045. “Mata rantai kemiskinan akan terpotong dengan sendirinya. Anak-anak ini sekolah gratis, tinggal gratis, mendapat ilmu pengetahuan juga secara cuma-cuma. Insya Allah mereka akan jadi generasi emas yang kelak menghidupkan keluarganya dan membawa bangsa ini lebih maju,” ujarnya.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung