“Jika seluruh 30 ribu SPPG berfungsi, tiap dapur membutuhkan 50 orang pekerja. Itu berarti ada sekitar 1,5 juta lapangan kerja langsung yang tercipta,” jelas Prabowo.
“Selain itu, tiap dapur rata-rata memiliki 15 pemasok bahan pangan. Masing-masing pemasok mempekerjakan 5 hingga 10 orang. Ini efek berantai yang luar biasa bagi ekonomi rakyat,” lanjutnya.
Pemerintah mencatat, hingga saat ini sudah ada 18.895 UMKM, koperasi, dan BUMDes yang bergabung menjadi mitra pelaksana program MBG di berbagai daerah.
“Pelaksanaan MBG ini menggunakan mitra 18.895 UMKM, koperasi, dan BUMDes yang menjadi bagian dari ekosistem MBG,” tegas Presiden Prabowo.
Melalui kolaborasi tersebut, rantai pasok bahan pangan lokal semakin kuat. Petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil mendapatkan pasar tetap, sementara masyarakat memperoleh makanan bergizi dengan harga terjangkau.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo–Gibran yang menargetkan peningkatan kualitas gizi sekaligus pemberdayaan ekonomi di tingkat desa.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












