Pernyataan tersebut mempertegas posisi Indonesia sebagai negara pelopor gerakan anti-kolonial dan anti-penindasan yang memiliki peran penting dalam mendorong kemerdekaan bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.
Dalam kesempatan yang sama, Ramaphosa juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang pertama kali digelar di Bandung pada 1955.
“Konferensi Bandung merupakan inspirasi besar dan sumber semangat bagi para pemimpin perjuangan pembebasan kami yang hadir saat itu,” ujarnya.
Menurutnya, KAA menjadi landasan historis kerja sama Selatan–Selatan, yang menegaskan pentingnya kemandirian politik, ekonomi, dan solidaritas antarnegara berkembang dalam menghadapi ketimpangan global.
Sistem apartheid sendiri merupakan kebijakan pemisahan rasial yang diterapkan pemerintah Afrika Selatan sejak 1948 hingga awal 1990-an.
Kebijakan ini menindas mayoritas kulit hitam dan menimbulkan diskriminasi sistematis di berbagai bidang kehidupan.
Runtuhnya apartheid tidak lepas dari perjuangan rakyat Afrika Selatan serta dukungan komunitas internasional, termasuk Indonesia yang secara aktif menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan tersebut di berbagai forum dunia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












