Lebih jauh, Prabowo menyebut bahwa kontribusi MBG terhadap ekonomi nasional bukan hanya dalam penciptaan lapangan kerja, tetapi juga dalam peningkatan konsumsi rumah tangga.
Dengan bertambahnya pendapatan masyarakat akibat keterlibatan dalam program ini, baik sebagai pekerja dapur maupun sebagai pemasok bahan baku, daya beli masyarakat juga meningkat signifikan.
“Kalau mereka punya penghasilan, tentu mereka akan belanja. Mereka beli sepatu, pakaian, bahkan memperbaiki rumah. Inilah efek berantai yang memperkuat ekonomi domestik kita,” lanjut Prabowo.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menilai MBG sebagai instrumen ekonomi yang konkret. Dampak nyata MBG dari sisi ekonomi salah satunya terciptanya lapangan kerja baru di suatu daerah.
Setidaknya ada 47 orang bisa terserap menjadi tenaga kerja di satu unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur.
“Untuk Bekasi saja dibutuhkan 200 unit SPPG, saat ini baru ada 100. Artinya potensi penyerapan tenaga kerja masih sangat besar. MBG bukan sekadar soal gizi, tapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Nuroji.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












