Dampak ekonomi program MBG juga diakui oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris. Dalam sosialisasi program di Kendal, Jawa Tengah, Haris menyebut bahwa MBG tidak hanya memberi makan bergizi, tetapi juga menghidupkan ekonomi desa.
“Program ini tidak berhenti di piring anak sekolah saja. Di baliknya ada petani, peternak, nelayan, dan UMKM yang ikut hidup,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Haris, telah menyiapkan anggaran Rp71 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi Rp335 triliun pada 2026 untuk mendukung keberlanjutan program ini.
“Kalau bahan pangan diambil dari petani lokal, pasar hidup, ekonomi desa berputar, dan lapangan kerja tercipta,” tambahnya.
Dari sisi kesehatan masyarakat, Guru Besar Fakultas Kedokteran UI, Prof. Hinky Hindra Irawan Satari, menilai program MBG memiliki tujuan mulia yang perlu terus dilanjutkan dengan pengawasan ketat terhadap keamanan pangan.
“Program ini jangan dihentikan, tetapi harus dijalankan dengan profesional dan memperhatikan food safety. Semua elemen masyarakat bisa berperan agar program ini berkelanjutan,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
