“Kereta api menjadi faktor yang membantu rakyat menengah dan bawah. Kalau orang kaya bisa naik pesawat atau mobil, mayoritas rakyat akan menikmati manfaat kereta api,” katanya.
Saat ini, tingginya biaya logistik disebut sebagai salah satu hambatan utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain pembangunan jaringan kereta antar pulau, Prabowo juga menyetujui penambahan 30 rangkaian KRL di wilayah Jabodetabek.
Investasi ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan penumpang dan meningkatkan kenyamanan perjalanan komuter harian.
“Beliau mengajukan Rp4,8 triliun. Saya setujui Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu,” tegasnya.
Pengadaan armada baru tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun.
Prabowo menekankan bahwa Indonesia harus optimistis dengan kualitas teknologi yang mampu dihasilkan anak bangsa.
“Kereta api kita ini tidak kalah dengan kereta api di mana pun. Rendah hati boleh, tapi jangan rendah diri,” pungkasnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
