“Program ini harus dijalankan secara serius dan terintegrasi, dengan melibatkan petani lokal serta program pemberdayaan masyarakat. Ini bukan hanya soal makanan gratis, tapi soal investasi gizi untuk masa depan bangsa,” ungkap Trizal.
Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian dalam menunjang keberhasilan program MBG. Direktur Poltekkes Kemenkes Bengkulu, Linda, SST., M.Kes., mengungkapkan bahwa SDM di bidang gizi masih sangat terbatas. Rasio tenaga gizi saat ini sekitar 1 banding 30 hingga 35 orang.
Meski begitu, pihaknya terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut. Poltekkes Kemenkes Bengkulu saat ini masih membuka penerimaan mahasiswa baru program D3 dan D4 Gizi hingga 14 Juni 2025.
“Program MBG juga menjadi peluang riset dan pengabdian masyarakat. Kami dorong alumni dan dosen untuk terlibat dalam pemantauan serta evaluasi program, seperti pengaruhnya terhadap prestasi belajar dan status kesehatan anak-anak,” jelas Linda.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
