Para pekerja mempertanyakan alasan keterlambatan pembayaran, mengingat kepala sekolah telah mengakui bahwa dana tersebut tersedia.
“Kami sudah melakukan pertemuan sebelumnya, disepakati bahwa setelah pekerjaan tambahan selesai, pembayaran akan dilakukan. Namun, sampai hari ini tidak ada kejelasan, sehingga kami terpaksa menyegel sekolah,” tegas Wardi.
Para pekerja berharap masalah ini segera diselesaikan agar sekolah dapat kembali beroperasi normal. Mereka menuntut hak mereka dibayarkan secepatnya karena banyak tenaga kerja yang menggantungkan hidup dari proyek ini.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SLBN Loofoun Bone, Ida Un, belum memberikan tanggapan terkait persoalan ini. Upaya konfirmasi dari media masih belum mendapatkan jawaban resmi.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
