Namun, ketegasannya juga pernah memicu gejolak politik. Pada 2017, parlemen sempat mengajukan mosi pemakzulan terhadap dirinya akibat perbedaan pandangan soal pengangkatan Kepala Polisi.
Karki memulai karier hukum pada 1979 sebagai advokat di Biratnagar. Ia menamatkan studi master ilmu politik di Banaras Hindu University (BHU), Varanasi, India pada 1975.
Dalam wawancara dengan Himalayan Times, ia pernah mengatakan, “BHU memberi saya fondasi akademik yang kuat. Saya sempat ditawari mengajar dan melanjutkan PhD, tetapi jalan hidup membawa saya menjadi hakim.”
Dengan terpilihnya Sushila Karki sebagai perdana menteri interim, Nepal memasuki era baru politik.
Ia akan mengawal pemerintahan transisi hingga pemilu 2026, sekaligus menjadi perdana menteri perempuan pertama dalam sejarah negeri Himalaya tersebut.
Keputusan memilihnya lewat voting Discord juga menjadi fenomena unik, mencerminkan peran teknologi digital dan suara generasi muda dalam mengubah arah demokrasi Nepal.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
