“Saya malam-malam suka buka podcast-podcast (kritik) itu, kadang dongkol juga, tapi saya catat,” katanya sambil tersenyum.
Prabowo kemudian menyinggung fitnah yang kerap diarahkan kepadanya sejak lama. Menurutnya, fitnah bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan pertanda bahwa seseorang dianggap penting dan berpengaruh.
“Saya dulu punya guru. Waktu saya masih muda, saya difitnah. Saya mengeluh ke guru saya. Beliau bilang, ‘Jangan berkecil hati, engkau difitnah berarti engkau diperhitungkan, engkau ditakuti,’” ungkapnya.
Menanggapi anggapan sebagian pihak yang menilainya sebagai sosok otoriter, Prabowo menjawab dengan tenang.
“Apa iya ya, apa saya otoriter? Perasaan enggak deh. Jadi, bagus koreksi itu, baik,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa seorang pemimpin harus menjalankan pengabdian kepada negara dengan penuh keikhlasan. Ia menolak untuk menyimpan rasa sakit hati terhadap kritik maupun fitnah yang datang.
“Saya punya filosofi, dalam pengabdian kepada negara tidak boleh diikuti rasa sakit hati,” tegasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












