Ia juga menegaskan bahwa wilayah perbatasan merupakan garda terdepan sekaligus pintu masuk negara, sehingga pembangunan infrastruktur seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah pusat.
“Karena kita adalah garda terdepan, pintu terdepan di perbatasan negara. Tetapi secara infrastruktur jalan kita masih sangat diabaikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai pertemuan tiga kepala daerah ini menjadi momentum penting untuk menyatukan kekuatan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat perbatasan.
Menurutnya, jika tiga kabupaten Malaka, Belu, dan TTU secara bersama-sama menyuarakan kebutuhan yang sama kepada pemerintah pusat, maka upaya tersebut akan jauh lebih efektif.
“Momen ini kita duduk bersama dan terus mendorong agar pembangunan diperhatikan. Yang kita angkat ini adalah isu perbatasan, bukan hanya isu kabupaten,” tegasnya.
Pertemuan tiga kepala daerah tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi pembangunan wilayah perbatasan, sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
