Keputusan itu terbukti sangat efektif. Arfani tampil disiplin mengawal mesin gol BMU Alor Pantar bernomor punggung 7, 9, yang dikenal memiliki kecepatan tinggi. Berkali-kali upaya mereka dipatahkan sehingga serangan Alor kehilangan daya gedor.
Setelah unggul dua gol, PS Malaka tidak terburu-buru. Mereka bermain sabar, mengendalikan tempo, menguasai penguasaan bola, serta terus melancarkan serangan bertubi-tubi yang memaksa barisan pertahanan BMU Alor Pantar bekerja ekstra keras.
BMU Alor Pantar sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 tiga menit menjelang berakhirnya waktu normal babak kedua. Namun, hingga wasit meniup peluit panjang setelah tambahan waktu dua menit, keunggulan PS Malaka tetap bertahan.
Kemenangan ini menjadi bukti bahwa kekuatan PS Malaka bukan hanya terletak pada kualitas individu, tetapi juga pada kerja sama tim, disiplin, kesabaran, semangat juang pantang menyerah, serta permainan kolektif yang semakin matang.
Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, yang sedang menjalankan tugas di luar daerah tetap mengikuti pertandingan melalui siaran langsung.
Usai laga, ia menyampaikan rasa bangga dan apresiasi kepada seluruh pemain.
“Proficiat untuk anak-anak PS Malaka. Kalian telah berjuang luar biasa. Tetap fokus dan siapkan diri menghadapi pertandingan final. Perjuangan belum selesai,” pesannya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
