Akibat kejadian tersebut, tercatat 13 korban meninggal dunia yang terdiri dari 4 prajurit TNI AD dan 9 warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya para prajurit serta korban sipil. Ia menegaskan bahwa seluruh hak prajurit TNI korban ledakan akan dipenuhi, termasuk:
- Santunan kematian khusus
- Hak pensiun
- Beasiswa bagi anak-anak korban
Selain itu, tali asih juga diberikan kepada keluarga prajurit dan warga sipil, yang penyerahannya diwakili oleh Pangdam III/Siliwangi.
TNI telah melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi ledakan untuk menjamin keselamatan warga sekitar. Proses investigasi penyebab ledakan amunisi sedang dilakukan oleh tim dari Puspalad bersama pihak terkait.
Lokasi pemusnahan merupakan lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang digunakan secara rutin dengan mengikuti standar prosedur keamanan.
TNI menyatakan komitmennya untuk mengusut tuntas peristiwa ledakan amunisi di Garut secara transparan, serta akan memperketat prosedur pengawasan kegiatan pemusnahan amunisi agar peristiwa serupa tidak terulang di masa depan.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
