TIMORMEDIA.COM – Para tokoh adat Wesei Wehali menyerukan pentingnya pelestarian adat dan budaya leluhur dalam sebuah pertemuan bersama tim dosen Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang di Tafatik Laran pada Rabu, 11/6/2025.
Dalam forum tersebut, para pemangku adat menyoroti tergerusnya nilai-nilai asli dalam praktik adat saat ini dan meminta agar struktur serta ritual adat dikembalikan sesuai warisan nenek moyang.
Fransiskus Seran, perwakilan dari Umah Knua Wesei Wehali menyampaikan bahwa struktur adat tradisional Wesei Wehali terdiri dari Ferik Hat dan Katuas Hat Aintasi (empat pasangan perempuan dan laki-laki tua), serta Kfauhun, Hat Laran, Hat Molin, Hat Motaulun, dan Hat Motain sebagai bagian dari empat wilayah adat. Struktur ini berujung pada keberadaan empat Loro: Loro Dirma, Loro Lakekun, Loro Wewiku, dan Loro Haitimuk.
“Selama ini kami jalankan apa yang kami lihat dari leluhur. Kami tidak pisahkan ini dan itu, karena kami warisi secara turun-temurun,” ujarnya.
Fransiskus menyesalkan bahwa dalam praktik terkini, pemilihan pemimpin adat seperti Nain dan Fukun dilakukan melalui voting atau pemilihan umum, bukan penunjukan secara adat seperti dahulu. Hal ini dinilainya menyimpang dari norma yang diwariskan para leluhur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












