TIMORMEDIA.COM – Keputusan penting datang dari pada 17 Februari. Sekretaris Negara Takhta Suci menegaskan bahwa Vatikan tidak akan berpartisipasi dalam Dewan Perdamaian yang dipromosikan Presiden Amerika Serikat untuk menangani berbagai konflik global, termasuk krisis di Gaza.
Pernyataan tersebut disampaikan Parolin kepada wartawan usai pertemuan dengan pemerintah Italia di . Sikap ini langsung menjadi sorotan komunitas internasional karena selama ini Vatikan dikenal aktif berperan sebagai mediator moral dalam berbagai konflik dunia.
Vatikan Tegaskan Mandat Moral dan Rohani
Dalam keterangannya, Parolin menjelaskan bahwa Takhta Suci memiliki karakter dan mandat yang berbeda dari negara-negara pada umumnya. Karena itu, keterlibatan dalam struktur politik seperti Dewan Perdamaian dinilai tidak sejalan dengan peran Vatikan sebagai penengah yang independen dan berlandaskan nilai moral serta spiritual.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah poin yang belum jelas terkait konsep, mekanisme, dan arah kebijakan Dewan Perdamaian tersebut. Ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas forum baru tersebut dalam menyelesaikan konflik global.
Soroti Peran PBB dalam Penanganan Krisis Global
Takhta Suci juga menegaskan bahwa penyelesaian konflik internasional selama ini berada dalam koordinasi (PBB). Pembentukan forum baru di luar kerangka PBB dikhawatirkan dapat menimbulkan tumpang tindih kewenangan serta melemahkan sistem diplomasi multilateral yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












