Ziarah akbar ini bertujuan memperkuat devosi umat Katolik kepada Bunda Maria, yang menurut ajaran Gereja Katolik dikandung tanpa noda dosa asal. Dogma ini ditetapkan oleh Paus Pius IX pada 8 Desember 1854, dan hingga kini menjadi fondasi penting dalam penghormatan kepada Maria sebagai Bunda Allah.
Ketua Komesium Mater Salvatoris Keuskupan Atambua, Joana A. Mau, menyatakan bahwa ziarah ini merupakan momen istimewa untuk mempererat persaudaraan sesama legioner dan memperdalam semangat pelayanan.
“Kami berharap para legioner semakin akrab, bersatu, dan meneladani Bunda Maria dalam keseharian, baik melalui doa Rosario lingkungan, kunjungan umat, maupun doa bersama dalam keluarga,” ungkap Joana.
Joana juga menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan sehingga seluruh kegiatan berjalan lancar dan penuh sukacita. Ia mengapresiasi kehadiran Romo Paulus Nahak, Pr., yang telah memberi pembinaan rohani dan peneguhan iman bagi seluruh peserta.
“Kami berterima kasih kepada Romo Paulus yang telah membimbing kami. Semoga ziarah ini menambah keteguhan iman, memperkuat cinta kepada Bunda Maria, dan kesetiaan kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat,” tambahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
