Presiden menegaskan, pemerintah akan memastikan keamanan pangan dan kualitas layanan MBG di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami sadar masih ada tantangan di lapangan, tetapi standar kami jelas: bahkan satu pun kejadian tidak bisa diterima,” tegas Prabowo.
Untuk menjaga standar tinggi itu, pemerintah menyiapkan langkah-langkah konkret, termasuk pengawasan ketat, digitalisasi sistem distribusi, dan pelatihan manajemen dapur.
“Kami mengirimkan uang langsung ke dapur, tidak melalui lapisan birokrasi. Sebelum program dimulai, kami melatih 32.000 manajer lulusan universitas selama tiga bulan, lalu mereka ditempatkan di desa-desa,” jelasnya.
Selain menjamin asupan gizi masyarakat, Prabowo menegaskan bahwa program MBG juga berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat di daerah.
“Satu dapur membutuhkan 3.000 butir telur setiap dua atau tiga hari, 3.000 mentimun, 3.000 wortel, 3.000 tomat, 3.000 potong ayam, dan sebagainya. Jadi, petani lokal sadar mereka punya jaminan pembeli untuk hasil panennya,” papar Prabowo.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












