TIMORMEDIA.COM – Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Gizi Nasional (BGN), terus berupaya memperbaiki sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menerapkan audit harian yang ketat demi memastikan kualitas dan keamanan pangan bagi seluruh penerima manfaat.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan bahwa salah satu langkah penting dalam pengawasan kualitas makanan adalah penerapan rapid test di dapur MBG. Rapid test ini bertujuan untuk menguji kualitas bahan baku, air, dan makanan matang sebelum disajikan kepada masyarakat.
“Rapid test ini sudah diterapkan di berbagai sektor, seperti di makanan untuk presiden, pejabat negara, hingga katering haji, dan kini akan diterapkan pada semua makanan di dapur MBG,” ujar Budi.
Menurut Budi, rapid test dapat mendeteksi berbagai organisme berbahaya seperti salmonella, e.coli, hingga bahan kimia berbahaya seperti sianida dan formalin yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Pemerintah memastikan bahwa seluruh dapur penyedia makanan MBG akan dilengkapi dengan fasilitas untuk melakukan pengujian ini.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












