TIMORMEDIA.COM – Aliansi Seribu Lilin Kota Kupang menggelar aksi solidaritas di depan Markas Polda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu malam (30/8).
Aksi tersebut digelar untuk mengenang almarhum Affan Kurniawan, pengemudi ojek online yang meninggal dunia setelah tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
Dalam aksi itu, para peserta menyalakan seribu lilin sebagai simbol duka dan perlawanan atas tragedi kemanusiaan tersebut. Mereka juga membacakan pernyataan sikap yang mengecam tindakan represif aparat terhadap massa aksi di Jakarta.
Aliansi menilai insiden yang menewaskan Affan bukanlah kasus tunggal, melainkan bagian dari pola kekerasan sistematis negara dalam menghadapi gerakan rakyat.
Berdasarkan data yang mereka himpun, setidaknya 400 orang ditangkap, 150 mengalami luka berat, dan 5 orang ditabrak kendaraan taktis, salah satunya masih dalam kondisi kritis di RS Pelni, Jakarta.
“Wafatnya Affan Kurniawan adalah simbol harga yang harus dibayar rakyat untuk menyuarakan kebenaran, sekaligus menjadi simbol perlawanan yang tidak akan padam,” tulis pernyataan Aliansi.
Tuntutan Aliansi Seribu Lilin
Dalam aksinya, mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya:
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












