Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Pemerintah Respons 17+8 Tuntutan Rakyat, Janji Hormati Supremasi Sipil

TIMORMEDIA.COM – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti 17+8 Tuntutan Rakyat yang muncul sejak aksi demonstrasi akhir Agustus 2025.

Sejumlah pejabat dengan tegas menyampaikan sikap resmi pemerintah bahwa suara masyarakat merupakan amanat yang wajib dihormati

Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan pemerintah tidak akan mengabaikan aspirasi rakyat. Ia menilai tuntutan tersebut menjadi pesan penting yang harus dijalankan.

Baca Juga :  Sambut HPN 2025, Komunitas Wartawan Malaka Adakan Tanam Bambu Di DAS Benenai

“Sebagai tuntutan rakyat, pemerintah yang mendapat amanat rakyat tentu akan merespons positif apa yang menjadi tuntutan dan keinginan rakyatnya. Mustahil pemerintah mengabaikan tuntutan itu,” kata Yusril.

Baca Juga :  Ternyata Begini Strategi Prabowo Menghadapi Kritik Tanpa Emosi

Menurutnya, pemerintah berkomitmen menjadikan supremasi sipil sebagai landasan utama dalam merespons aspirasi publik.

Hal ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan.

Dari sisi ekonomi, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti tuntutan poin ke-16 terkait pencegahan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung