TIMORMEDIA.COM – Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun tidak menutup mata terhadap kekurangan dalam pelayanan kesehatan yang masih perlu dibenahi.
Di tengah upaya meningkatkan mutu pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Malaka dan kawasan perbatasan RI–RDTL, manajemen rumah sakit justru menilai keterbukaan terhadap kekurangan merupakan bagian penting dari perbaikan pelayanan.
Direktir RSUPP Betun,dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, MM., FISQua,
melalui dr. Hayuni Azmi Rengganis mengakui masih terdapat sejumlah aspek pelayanan yang membutuhkan perhatian.
Salah satunya adalah waktu tunggu pelayanan rawat jalan.
Pada Agustus 2026, sebanyak 91,83 persen pasien memenuhi indikator waktu tunggu ≤60 menit. Artinya, masih terdapat sekitar 8,17 persen pasien yang belum memenuhi indikator tersebut.
“Ini menjadi ruang perbaikan bagi kami,” kata dr. Hayuni.
Selain waktu tunggu, konsistensi pelayanan serta komunikasi petugas kepada pasien dan keluarga juga masih perlu diperkuat.
RSUPP Betun juga masih menghadapi keterbatasan sarana-prasarana dan beberapa jenis pelayanan tertentu sehingga pada kasus tertentu pasien masih harus dirujuk keluar Kabupaten Malaka.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












