Dukungan moral, kesabaran, dan kepercayaan terhadap proses pembinaan, menurutnya, akan menjadi modal penting bagi lahirnya generasi emas sepak bola Malaka.
Sebab pada akhirnya, prestasi besar tidak dibangun dalam semalam. Ia lahir dari latihan yang konsisten, pembinaan yang berkelanjutan, serta komitmen semua pihak untuk menjadikan sepak bola sebagai investasi masa depan daerah.
Semifinal Piala Soeratin 2026 menjadi bukti bahwa benih-benih itu telah mulai tumbuh di Kabupaten Malaka. Kini, tugas seluruh elemen masyarakat adalah menjaga agar proses tersebut terus berlanjut hingga melahirkan pemain-pemain yang mampu mengharumkan nama Malaka, Nusa Tenggara Timur, bahkan Indonesia.***
