Pada Kesempatan itu juga, Bupati SBS memberikan instruksi khusus kepada Pelaksana Harian Kepala Dinas PUPR Malaka, Lorens Haba, untuk segera menutup lubang-lubang di jalan dan memangkas semak belukar yang mengganggu akses jalan.
“Itu pekerjaan ringan tapi penting. Jangan tunggu masalah besar baru kita bertindak,” katanya.
SBS juga menyoroti persoalan genangan air yang sering diabaikan. Menurutnya, air tergenang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk dan berisiko menimbulkan penyakit.
“Kalau anak-anak kita digigit nyamuk dan sakit, biaya berobat mahal. Lebih baik kita mencegah. Mari urus daerah ini dengan baik,” ucapnya.
SBS juga menyayangkan berkurangnya budaya kerja bakti di desa. Ia menilai bahwa banyak kepala desa justru pasif dalam menghadapi persoalan saluran tersumbat dan belukar.
“Kerja bakti bagian dari kehidupan desa. Saluran tersumbat, air tergenang pun harus tunggu pemerintah turun tangan. Ini harus diubah,” tegasnya.
Ajakan Bupati SBS menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka untuk terus bergandengan tangan dalam membangun daerah secara kolaboratif, dan berkelanjutan.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












