Selain itu, terdapat sembilan dokter ahli, satu bidan, dan satu perawat yang turut memberikan materi ilmiah kepada peserta.
Menurut dr. Oktelin, kegiatan ini dirancang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik langsung guna meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan di lapangan.
“Pada hari kedua, teman-teman langsung hands on atau praktik di rumah sakit karena ada beberapa keterampilan yang harus mereka lakukan supaya memenuhi kompetensi. Mulai dari pemasangan infus terbaru pada bayi, penanganan kasus kejang, hingga kasus kegawatdaruratan akan langsung dipraktikkan bersama dokter spesialis kepada seluruh peserta,” jelasnya.
Kegiatan symposium dan workshop tersebut dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama diisi dengan symposium ilmiah, sedangkan hari kedua dilanjutkan workshop praktik oleh para dokter spesialis di lingkungan rumah sakit.
“Jadi teori hari ini, besok mereka mempraktikkan supaya lebih mudah dipahami dan bisa diterapkan dalam pelayanan sehari-hari di masing-masing puskesmas,” tutupnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












