“Dukungan Pemda sangat kami perlukan, terutama dalam hal kejelasan lahan,” jelasnya.
Frista menjelaskan, Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan agar Indonesia tidak lagi mengimpor garam dari luar negeri. Salah satu solusinya adalah memaksimalkan potensi tambak garam dalam negeri, termasuk di wilayah NTT.
“Menurut para ahli, Kabupaten Malaka adalah salah satu lokasi yang sangat potensial untuk produksi garam nasional,” ungkapnya.
Dalam pertemuan dengan tokoh adat dan masyarakat setempat, Frista juga meminta persetujuan atas kelanjutan proyek tambak garam tersebut. Para tokoh adat menyatakan dukungan penuh agar proyek ini dilanjutkan.
Kehadiran Direktur KKP disambut hangat oleh puluhan tokoh adat dan tokoh pemuda, masyarakat yang antusias dengan rencana kembali pengembangan tambak garam di wilayah mereka.*
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












