Daerah  
Topik : 

Dusan V. Kaesnube: Empati Lebih Dalam dari Simpati, Kunci Menjalin Kehidupan Sosial yang Harmonis

Reporter : Redaksi Editor: Yan Klau
Dusan V. Kaesnube: Empati Lebih Dalam dari Simpati, Kunci Menjalin Kehidupan Sosial yang Harmonis/ istimewa

Namun, menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang mulai kehilangan nilai empati dan simpati. “Budaya santun makin luntur karena anak-anak lebih sering bersikap cuek dan tenggelam dalam dunia media sosial,” jelas Dusan.

Tantangan Era Digital: Kurangnya Empati di Kalangan Remaja

Fenomena ini membuat banyak remaja kesulitan berinteraksi di dunia nyata. Mereka lebih asyik dengan “dua dunia sendiri” dan kerap mengabaikan tanggung jawab sebagai pelajar.

Dusan mengajak para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk bersinergi memberikan fungsi kontrol sosial agar anak-anak tidak salah jalan dan tetap memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial mereka.

Peran Kemenag dan Ajakan Menebar Kebaikan

Dalam rangka memperkuat nilai empati di tengah masyarakat, Kementerian Agama RI melalui para penyuluh agama terus melakukan pembinaan kepada kelompok – kelompok binaan.

Melalui pendekatan kreatif dan inovatif, para penyuluh berupaya mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM

+ Gabung

Exit mobile version