Namun, menurutnya, saat ini banyak generasi muda yang mulai kehilangan nilai empati dan simpati. “Budaya santun makin luntur karena anak-anak lebih sering bersikap cuek dan tenggelam dalam dunia media sosial,” jelas Dusan.
Tantangan Era Digital: Kurangnya Empati di Kalangan Remaja
Fenomena ini membuat banyak remaja kesulitan berinteraksi di dunia nyata. Mereka lebih asyik dengan “dua dunia sendiri” dan kerap mengabaikan tanggung jawab sebagai pelajar.
Dusan mengajak para orang tua, guru, dan tokoh masyarakat untuk bersinergi memberikan fungsi kontrol sosial agar anak-anak tidak salah jalan dan tetap memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial mereka.
Peran Kemenag dan Ajakan Menebar Kebaikan
Dalam rangka memperkuat nilai empati di tengah masyarakat, Kementerian Agama RI melalui para penyuluh agama terus melakukan pembinaan kepada kelompok – kelompok binaan.
Melalui pendekatan kreatif dan inovatif, para penyuluh berupaya mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












