Poin kedua yang disoroti Gubernur Melki adalah pendokumentasian pengobatan tradisional Malaka. Ia menyebutkan adanya seorang pastor asal Malaka yang telah menulis buku tentang obat-obatan tradisional khas daerah tersebut.
“Saya tahu ada seorang romo dari Malaka yang membuat buku tentang pengobatan tradisional. Beliau mengajar sebagai dosen di Kampus Unwira Kupang dan membukukan obat-obatan serta pengobatan khas Malaka,” ungkapnya.
Menurut Gubernur, langkah tersebut sangat penting dan bernilai strategis karena masih jarang daerah di NTT, bahkan Indonesia, yang mendokumentasikan pengobatan tradisional secara sistematis dalam bentuk buku.
“Ini adalah kekuatan orang Malaka. Mereka punya obat-obatan dan pengobatan tradisional khas daerah,” tegasnya.
Poin ketiga yang disampaikan Gubernur Melki berkaitan dengan potensi garam Malaka yang dinilainya sangat berkualitas. Namun, ia mengakui masih ada kendala pada aspek distribusi.
Untuk itu, Gubernur merencanakan pembangunan dermaga di wilayah Kobalima, tepatnya di Hasan Maubesi, guna mendukung kelancaran distribusi hasil produksi daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
