“Jangan langsung reaktif melihat angka turun. Lakukan exercise dulu. Lihat pos-pos belanja birokrasi, perjalanan dinas, rapat, dan konsumsi. Banyak yang sebenarnya bisa dikurangi tanpa mengganggu kinerja,” katanya.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 akan dilakukan secara optimal namun dengan pendekatan berbeda dibandingkan masa sebelumnya.
“Jadi efisiensinya adalah yang ada dipastikan dibelanjakan sesuai dengan peruntukannya, tepat waktu, dan nggak dikorup,” tegas Purbaya.
Menurutnya, efisiensi bukan berarti menahan belanja, tetapi memastikan uang negara tidak menganggur. Ia menjelaskan bahwa realokasi dilakukan bukan untuk menambah anggaran, melainkan menempatkannya pada pos yang lebih produktif.
“Saya bukan spending free, efisiensi saya nggak motong (anggaran). Anggarannya sama seperti yang kemarin. Tapi impact-nya akan beda kalau kita pintar me-manage uang. Ini cash management,” jelasnya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












