“Kendala utama yang kami hadapi adalah cuaca yang tidak stabil. Ketika hujan turun dengan intensitas tinggi, beberapa pekerjaan harus dihentikan sementara demi menjaga kualitas konstruksi dan keselamatan para pekerja. Meski demikian, kami tetap optimistis jembatan ini dapat diselesaikan pada akhir Juli sesuai target,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pihak kontraktor tidak ingin mengorbankan kualitas pekerjaan hanya demi mengejar waktu penyelesaian.
“Kami mengutamakan mutu dan keamanan konstruksi. Jembatan ini nantinya akan digunakan masyarakat dalam jangka panjang, sehingga setiap tahapan pekerjaan harus memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Bagi masyarakat Kampung Numbei, pembangunan jembatan ini merupakan harapan yang telah dinantikan sejak lama. Kampung Numbei merupakan salah satu dusun paling terpencil di Desa Kateri yang selama ini dipisahkan oleh aliran Kali Benenain.
Sejak Indonesia merdeka, warga harus menghadapi keterbatasan akses akibat belum adanya jembatan permanen. Ketika musim hujan tiba dan debit air sungai meningkat, aktivitas masyarakat sering terhambat. Mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan menjadi sangat sulit.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








