Selama puluhan tahun masyarakat Numbei harus mempertaruhkan nyawa saat menyeberangi sungai. Kini, setelah pembangunan selesai, jembatan akan segera digunakan setelah melalui prosesi adat sesuai tradisi masyarakat Malaka.
Bupati Stefanus Bria Seran menegaskan tidak akan ada seremoni pengguntingan pita. Sebelum difungsikan, jembatan akan didoakan melalui ritual pendinginan adat bersama para tua adat dan tokoh agama.
Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus harapan agar jembatan menjadi sarana yang membawa keselamatan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Dengan hadirnya Jembatan Gantung Numbei, Pemerintah Kabupaten Malaka berharap pemerataan pembangunan semakin terasa hingga wilayah-wilayah yang selama ini sulit dijangkau.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
