“Ketika terjadi bencana, masyarakat bisa mempraktikkan apa yang dilakukan dalam simulasi ini untuk menyelamatkan nyawa warga maupun keluarga,” katanya.
Miss Iji juga memuji kekompakan masyarakat Desa Oanmane selama simulasi berlangsung. Menurutnya, seluruh rangkaian kegiatan telah disusun sesuai kondisi nyata yang dihadapi masyarakat saat banjir melanda.
Simulasi tersebut merupakan bagian dari program kemitraan PMPB NTT, JICA Jepang, CWS Jepang dan YCWS dalam penguatan kapasitas masyarakat menghadapi bencana.
Program yang berlangsung selama tiga tahun itu akan menjangkau 13 desa di Kabupaten Malaka. Hingga saat ini, simulasi telah dilaksanakan di Desa Lamudur dan Desa Oanmane, sementara desa-desa lainnya dijadwalkan mengikuti kegiatan serupa sepanjang Juli hingga Agustus 2026.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TimorMedia.COM
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












